Adab Seorang Murid

آداب المتعلم

Adab Seorang Murid

وإن كنت متعلما، فآداب المتعلم مع العالم: أن يبدأه بالتحية والسلام، وأن يقلل بين يديه الكلام، ولا يتكلم ما لم يسأله أستاذه

Apabila engkau seorang murid, maka adab-adab seorang murid kepada gurunya adalah: mendahului dengan penghormatan dan salam, mengurangi banyak bicara di hadapannya, dan tidak berbicara apapun yang tidak ditanya oleh guru

ولا يسأل ما لم يستأذن أولا، ولا يقول في معارضة قوله: قال فلان بخلاف ما قلت، ولا يشير عليه بخلاف رأيه فيرى أنه أعلم بالصواب من أستاذه

Tidak bertanya sebelum meminta izin terlebih dahulu, tidak berkomentar seperti pernyataan: “Fulan berkata berbeda dengan yang engkau katakan”, dan tidak memberi isyarat berbeda pendapat dengan guru dengan melihat diri lebih tahu kebenaran daripada gurunya

ولا يسأل جليسه في مجلسه، ولا يلتفت إلى الجوانب، بل يجلس مطرقا ساكنا متآدبا كأنه في الصلاة

Tidak bertanya kepada teman (di sekitarnya) di dalam majelisnya (guru sedang mengajar), dan tidak berpaling (menengok) ke samping tetapi hendaklah ia duduk dengan menundukkan kepala penuh dengan tenang dan adab seakan-akan ia sedang shalat

ولا يكثر عليه السؤال عند ملله، وإذا قام قام له، ولا يتبعه بكلامه وسؤاله، ولا يسأله في طريقه إلى أن يبلغ إلى منزله

Tidak banyak bertanya ketika guru sedang lelah, apabila guru berdiri maka berdirilah untuk menghormatinya, jangan mengikuti (menirukan) perkataan dan pertanyaannya, serta tidak bertanya kepadanya di jalan hingga ia sampai di rumahnya atau di tempat duduknya

ولا يسىء الظن به في أفعال ظاهرها منكرة عنده، فهو أعلم بأسراره، وليذكر عند ذلك قول موسى للخضر – عليهما السلام: (أَخَرَقتًها لِتُغرِقَ أَهلَها، لَقَد جِئتَ شَيئاً إمرا) ، وكونه مخطئا في إنكاره اعتمادا على الظاهر

Tidak berburuk sangka dengan perbuatan gurunya yang secara zahir bertentangan dengan ilmunya, padahal gurunya lebih tahu segala rahasia perbuatannya tersebut, dalam hal ini ingatlah perkataan Nabi Musa As kepada Nabi Khidir As: “Mengapa engkau lubangi kapal ini sehingga engkau dapat menenggelamkan penumpangnya, sungguh engkau telah melakukan perkara yang salah” Sebenarnya ia yang salah karena mengingkari gurunya sebab hanya memandang suatu hukum yang hanya terlihat zahir

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *