BAGAIMANA CARANYA BERSILATURAHMI?

Menyambung silaturahmi dapat dilakukan dengan segala macam bentuk perbuatan baik.

Dari Suwaid bin Amir al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

بُلُّوا أَرْحَامَكُمْ وَلَوْ بِالسَّلَامِ

“Basahilah silaturahmi kalian meski hanya dengan salam.”

▪️ Berkata Zain al-‘Iraqi rahimahullah,

“Dalam hadits ini Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa menyambung atau memutus silaturrahmi memiliki tingkatan. Silaturahmi yang paling ringan ialah dengan

[1] tidak mengabaikan dan
[2] tetap berkomunikasi, setidaknya dengan salam. Keadaannya berbeda-beda tergantung kemampuan dan keadaan. Ada yang wajib dan ada yang sunnah.

“Silaturahmi adalah amalan yang diperintahkan secara mutlak, tidak terikat dengan ketentuan tertentu. Yang dianggap oleh manusia sebagai silaturahmi, maka itulah silaturahmi.”

▪️ Al-Faqih ad-Dimyathi rahimahullah menjelaskan,

Silaturahmi bisa dilakukan dengan menggunakan harta, memenuhi kebutuhan, berkunjung, saling berkirim surat dan menitip salam, dan lain-lain.” (I’anah ath-Thalibin, 3/154)

Bersilaturahmi dengan mahram juga berbeda dengan bersilaturahmi dengan kerabat kita yang bukan mahram. Karena ada batasan-batasan yang diatur oleh syariat dalam hubungan seseorang dengan lawan jenisnya yang bukan mahram, seperti tidak boleh berduaan dan tidak boleh saling bersentuhan. Semoga Allah selalu memberikan petunjuk dan kemudahan agar kita selalu menjaga hubungan silaturahmi kita.

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *