Wali Kota Banda Aceh Tabuhkan ‘Perang’ Terhadap Rentenir, Kalau Ketemu Laporkan!

Aminullah Usman, Wali Kota Banda Aceh
Aminullah Usman, Wali Kota Banda Aceh

BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyuarakan ‘perang’ terhadap rentenir atau yang memiliki nama lain, lintah darat, tengkulak, bank keliling serta sejumlah nama lainnya sebagai bentuk kamuflase (penyamaran).

Mantan Dirut BPD periode 2000-2010 ini  menerangkan rentenir itu berasal dari kata rente yang berarti bunga atau riba. Lalu kata nir menjelaskan subjek atau orang.

“Jadi, rentenir tersebut bermakna orang yang memungut bunga atau riba dan mencari nafkah dengan cara-cara yang sangat ditantang dalam agama,” ungkap Wali Kota Banda Aceh ini.

Ia menjelaskan di dalam sistem peminjaman uang informal, pinjam meminjam terjadi, karena adanya permintaan dan kepercayaan.

Lalu, pemberi pinjaman akan mendatangi orang miskin atau berpenghasilan rendah sebagai ‘teman dekat’ dan seolah-olah menunjukkan sebagai ‘malaikat-penyelamat’ yang menawarkan pinjaman mikro yang sangat dibutuhkan tanpa jaminan.

Namun, seorang rentenir itu menjadi wabah tengkulak yang dikenal mencari nafkah dengan membungakan uang yang dipinjamkannya tersebut. Sehingga Wali Kota Banda Aceh ini mengutuk keras.

“Alhamdulillah, aktivitas para rentenir tersisa di Kota Banda Aceh, tinggal 2  persen lagi.

Karena itu kami imbau, kalau ada menemukan aktivitas para rentenir bergentayangan di Kota Banda Aceh segera laporkan!

Mari sama-sama kita memberangus aksi yang paling ditentang oleh agama ini,” tegas Aminullah saat memberi sambutan saat pembukaan Bazar UMKM dan Jajanan Kuliner Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Rabu (3/2/2021).

Wali Kota menyebutkan dalam rangka membasmi wabah rentenir ini, Pemerintah Kota Banda Aceh di bawah pimpinannya, akan melakukan semua terobosan dan inovasi.

Hal ini untuk bisa melenyapkan koperasi ilegal tersebut, termasuk salah satunya dengan mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) PT Mahirah Muammalah.

Lalu, Pemko juga meluncurkan inovasi Promak (Permodalan untuk kaum ibu-ibu) serta Program Pembiayaan Pemuda Entrepreneur ( Propamen).

“Melalui PT Mahirah Muammalah kita sudah membantu ribuan pelaku UMKM.

Di samping itu, kita juga sudah membantu memberikan pelatihan, skill, alat kerja sampai bantuan dalam bentuk dana yang terus disupport dalam kondisi Covid-19  seperi  saat ini,”  sebut Aminullah.

Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini pun kembali mengharapkan kepada masyarakat untuk tidak sekali-kali berurusan dengan rentenir. 

“Mereka tidak pernah memikirkan bagaimana membantu orang miskin dan mensejahterakannya.

Tapi, yang ada dpikiran para tengkulak ini bagaimana bisa kaya dengan ‘mengisap darah’ darah orang miskin, makanya dinamakan rentenir yang memiliki nama lain sebagai lintah darah,” pungkas Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman.(*)

Read :

https://aceh.tribunnews.com/amp/2021/02/03/wali-kota-banda-aceh-tabuhkan-perang-terhadap-rentenir-kalau-ketemu-laporkan

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *