Ruang Lingkup Berpikir

Ketauhilah bahwa seorang hamba terkadang memperhatikan kondisi dirinya, lalu memikirkannya. Terkadang pula berpikir tentang Allah SWT, sifat dan perbuatanNya.

Mengenai berpikir tentang Zat Allah, maka tidak ada jalan untuk menggapainya kecuali hanya dengan berdzikir. Sedangkan berpikir tentang kekuasaan Allah dapat dicapai dengan merenungkan ciptaanNya. Sebagaimana firman Allah SWT, “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar.” (QS. Fushshilat 41 : 53)

Dengan demikian yang boleh dijadikan obyek berpikir adalah dirimu dan semua ciptaanNya, bukan ZatNya. Allah Adalah Zat yang tanpa tempat dan tanpa ada kaitan dengan waktu, sedangkan pikiran manusia terbatas terhadap sesuatu yang bertempat dan yang berkaitan dengan waktu. Hanya Dialah yang paling tahu segela kebenaran dan kepadaNya semuanya akan kembali. Wallahu’alam

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *