Turki Kembangkan ‘Favipiravir’ Obat Sintesis Lawan Virus Korona

Ilustrasi: Obat. (FABIO TEIXEIRA – Anadolu Agency)

Menteri Teknologi Turki mengatakan obat sintesis Turki untuk melawan virus korona yang pertama kali diproduksi secara domestik itu sedang menunggu lisensi.

ANKARA – Ilmuwan Turki mengembangkan obat sintesis buatan lokal pertama di negara itu untuk digunakan pengobatan virus korona, ungkap menteri industri dan teknologi pada Jumat.

“Suatu kebahagiaan dan kebanggaan bahwa obat tersebut telah mencapai tahap perizinan,” kata Mustafa Varank dalam pernyataan tertulisnya.

Obat sintesis produksi lokal bernama Favipiravir yang digunakan dalam pengobatan Covid-19 itu dikembangkan atas kerja sama Kementerian Industri dan Teknologi, Kementerian Kesehatan, Dewan Riset Ilmiah dan Teknologi Turki (TUBITAK), Universitas Medipol Istanbul dan perusahaan farmasi Atabay Ilac.

Sebuah tim yang terdiri dari 32 ilmuwan mengembangkan obat dengan mengintegrasikan bahan baku buatan domestik hanya dalam 40 hari.

Obat sintesis lokal Favipiravir adalah salah satu proyek yang telah diluncurkan di bawah Platform Covid-19 Turki di mana negara itu mendorong penelitian dan pengembangan terkait pengembangan obat dan vaksin.

Mustafa Guzel, salah satu koordinator proyek tersebut, mengungkapkan bahwa proyek pengembangan obat lokal telah dilakukan dengan kolaborasi bidang industri dan akademik.

“Percayalah, saya tidak mengira itu bisa begitu cepat, tetapi dengan semangat gerakan nasional, semua orang menjadi dekat. Kami mencapai ini dengan semangat tim,” kata Guzel menambahkan bahwa timnya baru mulai bekerja sekitar 5-6 minggu lalu.

Dia menekankan bahwa Favipiravir yang disintesis efektif untuk pengobatan Covid-19 bahkan pada pasien yang baru mengalami demam.

“Ada 3-4 obat di dunia yang menonjol dalam pengobatan. Ini adalah obat yang kita tahu keefektifitasannya,” pungkas dia. {} Sumber @Anadolu Agency

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *