Tokoh Tokoh Islam Penjelajah Dunia – 3

Abu Al Hasan Al Masudi

Kaver buku Al-Masudi yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Terkenal dengan sebutan “Herodotus dari Arab”, Al-Masudi adalah seorang sejarawan dan ahli geografi yang berhasil menggabungkan sejarah dan ilmu geografi dalam ensiklopedianya yang berjudul The Meadows of Gold and Mines of Gems atau yang dalam bahasa Arab dikenal dengan nama Muruj adh-dhahab wa ma’adin al-jawhar.

Al Masudi lahir di Baghdad dan menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan bepergian ke Afrika Timur, Timur Tengah, Persia, Rusia, India, dan Tiongkok. Pendekatannya dalam menyampaikan riset sejarah dianggap “segar” pada masanya.

Tak hanya menggabungkan aspek-aspek budaya dan sosial, ia juga menyajikan gambaran politik suatu daerah melalui percakapannya dengan penduduk setempat.

Laksamana Cheng Ho

Patung Laksamana Cheng Ho di Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang.

Nama Laksamana Cheng Ho sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Bukti pelayarannya bahkan masih terlihat jelas di Nusantara. Persinggahannya di Semarang menginspirasi pembangunan sebuah petilasan penjelajah muslim asal Tiongkok tersebut yang kini dikenal sebagai Kelenteng Sam Poo Kong.  

Laksamana Cheng Ho lahir pada tahun 1371 di sebuah komunitas muslim di Yunnan, Tiongkok. Nama kecilnya adalah “Ma He”. Di Tiongkok, “Ma” adalah variasi nama untuk “Muhammad”. Ma He kecil belajar bahasa Arab dan Mandarin. Kecerdasan dan keberaniannya membuat Ma He diangkat menjadi laksamana di kekaisaran Yongie.

Selama 28 tahun pelayarannya (1405-1433), Laksamana Cheng Ho menjadi diplomat yang mengunjungi 37 negara dan menghubungkan kekaisaran Tiongkok dengan dunia.

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *