Kelembutan Umar bin Khattab terhadap Seekor Burung

Bismillahirrahmanirrahim….

Singa Padang pasir, begitulah julukan Umar bin Khattab. Lahir 12 atau 13 tahun pasca kelahiran manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW. Beliau yang dibalut sikap “Tegas dan perkasa” benar benar mampu membawa Islam disegani oleh para musuhnya, disamping karena berkat do’a Nabi kepada Allah supaya agama islam bisa kuat atas masuk islamnya salah satu dari dua Umar, yakni Umar bin Khattab.

Dulu beliau adalah musuh besar islam, pembenci Nabi. Namun, setelah masuk islam lantaran mendengar bacaan Al-Qur’an, malah justru berbalik arah, menghabisi musuh Nabi dan bala tentaranya. Beliau mendapat gelar “Amir” dari orang-orang “mukmin”, sekaligus gelar masyhur yg disematkan Nabi kepadanya, “Umar al-Faruq” (meleraikan antara kebatilan dan kebaikan). Dengan kekuatan tangannya, beliau mampu menghentikan gerakan keras seekor kuda, cukup dengan memegang kupingnya, sampai kuda tertunduk lemah dan diam tanpa melawan sedikitpun. Padahal, kita ketahui kuda memiliki kekuatan dan kecepatan berlipat kali kilometer perjamnya.

Akan tetapi, tak selamanya baja itu kuat. Tak semestinya sesuatu yg keras tidak bisa dilunakkan. Batu keras saja bisa berlubang sebab tetesan air hujan. Begitpula dengan sahabat Umar. Beliau dikenal agresif dalam hal apapun, tetapi beliau juga diingat dengan kasih sayang nya yang sangat besar.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bin Khattab, Nabi pernah bersabda: “Orang yg berbelas kasih akan dikasihi oleh Dzat yang maha pengasih. Maka kasihanilah siapapun yang ada di dunia, niscaya kau akan dikasihi oleh yang ada di langit.”

Ada sebuah hikayat “tumancep ing jero ati” yg dapat menguatkan hadits diatas.

Suatu ketika sahabat Umar bin Khattab melakukan perjalanan ke perkampungan. Di sela-sela berjalan beliau melihat anak kecil kedapatan membawa dan memainkan seekor burung (Ushfur). Melihat hal itu, sahabat umar mendekatinya, kasihan kepada burung tersebut. Beliau berkeinginan untuk bisa membeli burung itu, kemudian sahabat Umar melepaskannnya. Bahagianya sahabat Umar melihat burung itu kembali terbang bebas seperti sediakala, berkumpul bahagia dengan burung lainnya.

singkat cerita, konon ketika sahabat Umar wafat, ada Ulama agung yg bermimpi bertemu sahabat Umar. Mereka bertanya tentang keadaan sahabat Umar di alam kubur.

“Wahai sahabat Umar, apa yg telah Allah lakukan padamu?”

“Allah telah mengampuni dosaku”

“Sebab apa Allah mengampuni dosamu wahai sahabat Nabi. Apa karena kedermawananmu, adil atau sifat zuhudmu?”

Sahabat Umar berhenti sejenak dan tidak langsung menjawabnya. Beliau sesekali menceritakan kondisi dan kronologinya saat bertemu malaikat.

“Disaat kalian menguburku, menutup seluruh tubuhku dengan tanah sampai kalian meninggalkanku sendiri, datanglah dua malaikat yg menakuti ku. Pikiran ku tak terarah, sendi-sendi tulangku gemetar. Malaikat tersebut berusaha menenangkan tubuhku dan bermaksud mendudukkan ku. Mereka hendak bertanya sesuatu. Belum sampai bertanya, aku mendengar suara tanpa rupa memanggil malaikat tersebut dan menyuruh mereka pergi meninggalkan ku.”

“Tinggalkan hamba-Ku ini, jangan kalian menakut-nakuti. Ketahuilah, sungguh Aku mengasihi dan mengampuni dosanya. Karena dia telah mengasihi dan menyayangi seekor burung saat dia hidup di dunia. Dan Aku rahmati dia di akhirat.”

Wallahu A’lam…..

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari sepenggal cerita ini.

Disadur dari kitab; Usfuriyah dan Fathul Mubin Li Ibni Al-Hajar.

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *