9 Dosa Anak Muda yang Sering Dilakukan di Bulan Ramadan

INDOZONE.ID -Bulan Ramadan, bulan penuh keberkahan. Di bulan ini, sudah seharusnya setiap umat Muslim selalu berusaha memperbaiki diri menjadi pribadi lebih baik.

Urusan memperbaiki diri dan menjaga amalan ibadah selama Ramadan bukan hanya anjuran bagi orang tua saja, tapi juga untuk kalangan anak muda.

Entah disadari maupun tidak, banyak anak muda yang sering melakukan perilaku menyimpang atau dosa di bulan Ramadan.

Macam-macam Dosa Anak Muda di Bulan Ramadan

Dosa anak muda di bulan Ramadan bukan saja dilandasi karena kurangnya kesadaran diri, tapi juga lantaran kurangnya ilmu agama.

Anak muda yang jauh dari agama, maka hidupnya akan sengsara dan termasuk kalangan orang yang dibenci Allah SWT.

Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Allah sangat membenci orang ja’dzari (orang sombong), jawwadz (rakus lagi pelit), suka teriak di pasar (bertengkar berebut hak), bangkai di malam hari (tidur sampai pagi), keledai di siang hari (karena yang dipikir hanya makan), pintar masalah dunia, namun bodoh masalah akhirat.” (HR. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya 72 – Al-Ihsan. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam tahqiq Shahih Ibnu Hibban menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim).

Berikut ini beberapa macam dosa anak muda di bulan Ramadan yang masih sering dilakukan, dirangkum Indozone dari berbagai sumber:

1. Masturbasi atau Onani

Ilustrasi air mani saat masturbasi atau onani (Unsplash/Dainis Graveris)

Anak muda identik dengan emosi menggebu-gebu serta sangat sulit menahan nafsu dan syahwat.

Kendati dalam suasana bulan puasa Ramadan, tidak sedikit anak muda yang melakukan masturbasi atau onani di malam hari maupun saat siang hari puasa.

Padahal, onani termasuk perilaku dosa besar, di mana seseorang tidak mampu menjaga kemaluannya dan menyalurkan syahwat bukan pada tempatnya.

“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Ma’arij: 29-31).

2. Tidak Salat Subuh Usai Sahur

Ilustrasi salat berjamaah di masjid (hautehijab.com)

Puasa bukanlah ibadah yang mudah. Ada banyak tantangan dan godaan selama menjalankan ibadah puasa, termasuk ketika hendak bangun sahur.

Bagi sebagian orang, bangun sahur terasa sangat berat. Apalagi, bagi mereka yang jarang sekali salat malam (tahajjud).

Maka tidak heran, banyak orang yang langsung tidur lagi sehabis makan sahur. Bahkan, sampai melewatkan salat Subuh karena kebablasan tidur. 

Ini termasuk kebiasaan buruk anak muda di bulan Ramadan yang menjadikan puasa mereka terasa sia-sia dikerjakan.

3. Berduaan dengan Bukan Muhrim

Ilustrasi pasangan kekasih sedang berduaan (Unsplash/@cblack09)

Dalam ajaran Islam disebutkan, satu dari sekian banyak perbuatan yang tergolong mendekati zina adalah berduaan dengan bukan muhrim, termasuk pacaran di bulan puasa.

Zina jelas terlarang dalam Islam, sebagaimana firman Allah, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji; dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S Al Isra”: 32)

Hal itu karena pacaran identik dengan dua orang (lawan jenis) yang menjalin hubungan kasih tanpa ikatan pernikahan yang sah secara agama maupun hukum negara.

“Sesungguhnya Allah telah menakdirkan bahwa pada setiap anak Adam memiliki bagian dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Zinanya mata adalah penglihatan, zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan nafsu (zina hati) adalah berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mengingkarinya.” (HR. Al-Bukhari 6243)

Dalam beberapa pendapat, pacaran adalah satu dari sekian banyak hal yang menghilangkan pahala puasa Ramadan.

Itu disebabkan orang tersebut berpuasa namun masih rajin berbuat maksiat. Ibadah puasa yang ia lakukan pun tidak ada keistimewaannya.

“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun yang dia dapatkan dari puasanya hanya lapar dan dahaga.” (HR. Ahmad 8856, Ibn Hibban 3481, Ibnu Khuzaimah 1997 dan sanadnya dishahihkan Al-A’zami).

4. Pacaran Islami, Memang Ada?

Ilustrasi pasangan kekasih (Unsplash/@kristinali)

Kebanyakan anak muda memanfaatkan momen bulan Ramadan untuk lebih dekat dengan pacar/mantan. Misalnya, membangunkan makan sahur, menyuruh pasangan untuk salat, dan lain-lain.

Mereka menyebut itu dengan pacaran Islami. Padahal, istilah ‘pacaran’ sendiri sejatinya tidak ada dalam Islam. Ya, Islam tidak pernah mengajarkan pacaran dan tidak ada landasan pacaran Islami dalam syariat.

5. Lalai Salat Magrib

Pelaksanaan salat berjamaah di masjid (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Memang, menyegerakan waktu berbuka puasa termasuk amalan sunnah ketika berbuka puasa sesuai anjuran Rasulullah SAW.

Namun, apa jadinya jika lebih mementingkan buka puasa dan sengaja melalailan salat Magrib? Tentu saja itu salah.

Kebiasaan ini seringkali dilakukan anak muda di bulan Ramadan. Karena keasyikan nonton dan buka puasa bersama (bukber), ibadah salat Magrib pun terlewat.

6. Puasa Tapi Tidak Salat

Ilustrasi berpuasa (Unsplash/Thought Catalog)

Berpuasa tapi tidak salat sama sekali? Ini jelas-jelas perilaku yang sangat keliru dan mengarah pada jalan sesat.

Sebab, sengaja meninggalkan salat sama halnya dengan kekafiran. Tak ada artinya pahala puasa jika orang tersebut tidak mengerjakan salat.

Salat itu merupakan bagian dari rukun Islam. Perintah salat bagi umat Muslim pun ditegaskan Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah; menunaikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah; dan berpuasa Ramadhan.” (HR. Bukhari, no. 8; Muslim, no. 16)

“Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim, no. 82)

7. Ghibah atau Bergosip

Ilustrasi bergosip (Unsplash/@benwhitephotography)

Pada saat nongkrong, anak muda seringnya bergosip atau bergunjing (ghibah). Ini termasuk perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Selain itu, ghibah termasuk salah satu perbuatan yang menghapus pahala puasa. Nabi Muhammad SAW menjelaskan maksud ghibah dengan sabdanya:

“(ghibah adalah) engkau ceritakan tentang saudaramu, yang sekiranya ia mendengar ia tidak rela.”

Lebih bahaya lagi, apabila isi gunjingan itu melebihi keadaan yang sebenarnya atau mengada-ada, maka itu disebut fitnah.

Larangan bergosip (ghibah) bagi umat Muslim tak hanya pada bulan Ramadan saja, tapi juga setiap waktu di bulan-bulan lainnya.

Senada dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Ada lima perbuatan (dosa) yang menghapus pahala puasa, yaitu berbohong, menggunjing, mengadu orang, bersumpah palsu dan memandang lawan jenis dengan syahwat.”

8. Durhaka pada Orang Tua

Ilustrasi seorang anak mengabaikan perkataan orang tua (icyf.org)

Tidak patuh dan suka melawan orang tua, bisa dibilang perbuatan buruk yang sering sekali dilakukan anak muda saat ini.

Perintah orang tua pun sering dianggap angin lalu. Contohnya saja, ketika orang tua meminta beli sesuatu ke warung, si anak justru sibuk bermain ponsel.

Padahal, perintah untuk berbakti pada orang tua telah dijelaskan dalam ayat Alquran Surah Al-Isra ayat 23.

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra’: 23)

9. Nonton Video Porno

Ilustrasi nonton video porno di smartphone (Pexels/Adrianna Calvo)

Perilaku yang termasuk syahwat (hawa nafsu) bukan hanya ketika melihat lawan jenis secara langsung, tapi juga saat memandang lawan jenis melalui gambar atau video.

Tidak sedikit anak muda yang kecanduan menonton video porno, meskipun sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Jika hal itu sengaja dilakukan, maka pahala puasa akan berkurang. Karena itulah, pada saat berpuasa dianjurkan untuk senantiasa menjaga pandangan.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:

“Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lain. Janganlah pula pula seorang wanita melihat aurat wanita lain. Janganlah seorang laki-laki berada dalam satu selimut dengan laki-laki lain. Janganlah pula pula seorang wanita berada satu selimut dengan wanita lain.” (HR. Muslim, no. 338)

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *