‘Saat Kerja Dari Rumah’ Begini Cara Atur Pengeluaran yang Bengkak

@Dream.co.id

Mulai dari tagihan listrik sampai kuota internet. Duh.

Dream – Penyebaran virus corona yang meluas di Indonesia membuat pemerintah mengimbau masyarakat untuk beraktivitas di rumah. Sejumlah perusahaan juga telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah.

Untuk sessat kamu mungkin akan merasa bahagia karena tak harus menghabiskan waktu berangkat ke kantor dan segala kemacetannya. Apalagi jika jarak tempuh cukup jauh dan lama.

Tapi tanpa kamu sadari, pengeluaran rumah tangga juga akan semakin bertambah. Tak hanya kamu yang berada di rumah. Anggota keluarga lain seperti istri dan anak-anak juga menghabiskan seharian aktivitasnya di rumah.

Jika tak di atur dengan baik, pengeluaran rumah tangga kamu mungkin akan menjadi jebol karena sifat boros kamu. Apalagi harga bahan kebutuhan pokok ikut naik karena pasokan yang tersendat.

Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 3 April 2020, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Krizia Maulana, mengatakan tinggal di rumah untuk batas waktu yang tidak ditentukan memang akan memunculkan sejumlah persoalan baru. Mulai pengeluaran ekstra rumah tangga, hingga kondisi mental yang dipicu rasa bosan karena tidak bisa keluar kemana-mana.

“Untuk itu, langkah pertama yang saat ini harus dilakukan adalah siapkan mental. Setiap orang harus menerima keadaan. Saat ini adalah kondisi darurat, tinggal di rumah adalah opsi terbaik demi kebaikan bersama. Ketika kondisi mental baik, maka kita menjadi lebih siap dalam menghadapi permasalahan baru yang bisa muncul karena pandemi Corona ini,” kata Krizia.

Dia melanjutkan permasalahan baru yang akan muncul pertama kali adalah membengkaknya pengeluaran rumah tangga. Kebijakan di rumah untuk pelajar dan karyawan pastinya memunculkan pengeluaran ekstra yang meliputi biaya internet (kuota), listrik, makanan (snack dan cemilan), hingga pembelian suplemen (vitamin) yang jumlahnya tidak kecil.

“Mau tidak mau kita harus menyiapkan biaya ekstra, atau mengambil dari pos lain,” kata dia.

Lantas bagaimaan cara mengatur keuangan agar tidak jebol saat bekerja dari rumah?

Gunakan Dana Darurat

Menurut Krizia, di sinilah pentingnya memiliki dana darurat. Dana darurat bisa diambil untuk menutup sebagian kebutuhan.

Jika tidak memiliki dana darurat? Janganlah mengambil dari pos masa depan yang sudah disiapkan. Kamu bisa mengkaji ulang pengeluaran. Apa saja pos-pos pengeluaran yang bisa dialihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra.

Bijak Dalam Berbelanja

Langkah selanjutnya, lanjut Krizia, adalah menahan nafsu belanja. Ketakutan akan berkurangnya pasokan makanan menyebabkan ada segelintir masyarakat yang melakukan panic buying dengan membeli sejumlah kebutuhan pokok.

“Padahal, pemerintah sudah memastikan pasokan makanan dan kebutuhan rumah tangga tetap aman. Jangan panik dan belanja sesuai kebutuhan,” kata dia.

Termasuk ketika berbelanja online. Kemudahan teknologi, dan terlalu lama tinggal di rumah, membuat orang merasa bosan. Akhirnya banyak juga yang mengalihkan dengan berbelanja online. Tapi, kamu harus tetap berhati-hati karena bisa menambah pengeluaran rumah tangga.

“Belanjalah sesuai kebutuhan dan manfaatkan diskon yang ditawarkan merchant-merchant online yang banyak bertebaran selama masa kerja di rumah,” kata dia.

Buat Daftar Pengeluaran

Krizia menyarankan untuk membuat daftar pengeluaran rutin bulanan. Tujuannya guna mengetahui pos-pos mana yang bisa kita setop dan alihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra kita.

Contohnya anggaran transportasi, dan pos gaya hidup (nonton bioskop, makan di restoran, liburan, member gym, dan lainnya) adalah biaya-biaya yang bisa dialihkan untuk menutupi pengeluaran ekstra.

“Karena sudah jelas, pos-pos tersebut tidak akan dikeluarkan selama kita menjalani masa kerja di rumah,” kata dia.

Tetap Berinvestasi

Kondisi saat ini menyadarkan kita betapa pentingnya memiliki dana darurat. Untuk itu, langkah terakhir adalah tetaplah berinvestasi.

Ketika menyesuaikan anggaran rumah tangga untuk menutupi biaya tambahan selama masa kerja di rumah, kita bisa mengurangi sedikit porsi investasi. Namun setelah masa penyesuaian berakhir dan sudah menutup pengeluaran ekstra, sebaiknya kembali ke porsi investasi.

“Jika memungkinkan menambah porsi untuk membuat porsi dana darurat yang sebelumnya tidak kita miliki,” kata dia.(SIBT)

Berita ini telah disiarkan oleh Dream.co.id dengan judul; “4 Cara Atur Pengeluaran yang Bengkak Saat Kerja Dari Rumah”(https://www.dream.co.id/dinar/4-cara-atur-pengeluaran-yang-bengkak-saat-kerja-dari-rumah-200402v.html)

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *