Nilai Pendidikan Tauhid pada Kisah Nabi Ayyub As.

Oleh : Jufri Aswad, S. Ag/Sayyed Amrizal, SE

Setiap rasul yang diutus oleh Allah, adalah manusia pilihan. Allah Swt. memberikan mukjizat kepada para rasul yang mengemban risalah dalam menegakkan syari’at agama Allah di muka bumi. Disamping diberikan kekuatan mukjizat, para rasul juga diberikan berbagai cobaan, masalah dan rintangan dalam mengajak umatnya untuk menyembah Allah sebagai rabb yang wajib disembah, dan tidak boleh menyekutukan-Nya dengan apapun.

Adalah Nabiyullah Ayyub As, seorang nabi yang sangat kaya, mempuyai bermacam-macam hewan ternak. Memiliki sifat dan karakter yang pemurah dan mencintai kaum dhu’afa dan tidak sombong terhadap kaumnya.

Menjadi orang kaya tidak melalaikannya untuk selalu beribadah kepada Allah. Hidup Nabi Ayyub tidak berlebih-lebihan dan tidak menghambur-hamburkan harta. Karena harta adalah nikmat dan titipan amanah dari Allah dan beliau pergunakan kepada jalan Agama Allah. Makin kaya Nabi Ayyub semakin dekat dengan Allah Swt.

Kenikmatan yang diperoleh Nabiyullah Ayyub As, mendapat ujian yang dahsyat oleh Allah Swt. Allah memberikan beberapa cobaan kepada Nabi Ayyub, diantaranya: harta bendanya habis dan Ayyub menjadi miskin. Menjadi miskin tidak menggoncangkan keimanan nabi Ayyub kepada Allah Swt.

Harta benda adalah milik Allah kapan saja bias diambil kembali oleh Allah, kemudian nabi Ayyub As diuji lagi oleh Allah berupa kematian anak-anaknya, dan Nabi Ayyub pun tidak putus harapan dalam hidup, beliau lebih dekat kepada Allah dan imannya semakin kokoh kepada Allah Swt. Diberikan lagi cobaan yang sangat dahsyat oleh Allah yakni berupa penyakit yang menggerogoti tubuh Nabiyullah Ayyub AS.

Daging Nabiyullah Ayyub habis semua dimakan ulat-ulat yang tidak meninggalkan sepotongpun daging ditubuh Nabi Ayyub As. Sebagai Hamba yang selalu beribadah kepada Allah, dan sebagai seorang rasul yang diutus terhadap kaumnya.

Nabuyullah Ayyub berdoa kepada Allah. “Ya Allah Engkau uji aku dengan berbagai cobaan, termasuk keadaan tubuhku tinggal tulang tanpa pembungkus daging, aku rida ya Allah, hamba-Mu terima Ya Allah. Karena Hamba adalah milik-Mu, suatu saat juga akan kembali kepada-Mu.

Tapi satu yang hamba minta kepada-Mu ya Rabbi, yang mahapengasih dan penyayang, “Janganlah Engkau cabut hati hamba, jangan engkau kunci hati hamba untuk senantiasa memuji-Mu, membesarkan asma-Mu, beribadah kepada-Mu dan berzikir kepada-Mu ya Allah Tuhan yang wajib aku sembah dan yang menguasai hari pembalasan.

Do’a Nabi Ayyub As dikabulkan oleh Allah. Dan Allah memberikan kesembuhan kepada nabi Ayyub as. Nabi Ayyub as. Kembali sehat seperti sedia kala. Wallahu a’lam bisshawab. (Dayah Terpadu Inshafuddin, Maret 2020)

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *