Dayah Tempat Kita

Illustarsi

Oleh; Syukri Isa Bluka Teubai

Cuaca hari ini sangat cerah, tak ada mendung bahpun beberapa hari yang lalu hujan sempat bertandang, sekarang bukan lagi musim penghujan namun kemarin air-air dari langit telah bercucuran membasahi bumi, kukatakan itu adalah hujan yang turun di salah waktu.

Pukul 10;10 WIB pagi menjelang siang, lonceng panjang berbunyi sekalian santri perkelompok terlihat keluar daripada ruang belajar masing-masing, kerumunan itu berarah menuju tempat tujuan iaitu Kantin Dayah, lonceng yang berbunyi agak lama tadi merupakan pertanda rehat bahagi mereka setelah 160 menit di waktu digunakan untuk belajar.

Mereka-mereka itu telah begelut dengan berbagai mata pelajaran, yangmana belajar-mengajar telah dimulai dari pukul 07;30 WIB sampai dengan pukul 10;10 WIB menjelang siang. Rehat pertama untuk mengisi perut bahagi beberapa pelajar yang belum terisi dari pagi, mungkin.

Waktu untuk rehat berkisar 20 menit lamanya, di kantin Dayah tersedia beberapa penganan pastinya layak dikonsumsi oleh sekalian santri. Dalam beberapa hari ini Dayah Terpadu Inshafuddin kedatangan ramai tamu, mereka yang datang silih berganti begitu pula pada mereka yang pergi, juga silih berganti.

Tetamu yang datang berkunjung mengunjungi tempat pendidikan berasrama adalah guna mendaftar ulang anak-anak mereka yang sudah dinyatakan lulus setelah mengikuti Tes Tulis dan Tes Lisan begitu juga telah dites kesehatannya pada Minggu, 16 Februari 2020, lalu.

Demikian dengan hari ini, bertepatan dengan hari Sabtu, 22 Februari 2020 merupakan hari akhir daripada hari Daftar Ulang bahagi sekalian santri baru Dayah Terpadu Inshafuddin, Lambaro Skep, Banda Aceh, Kecamatan Kuta Alam, Tahun Ajaran 2020/2021.

Adapun mereka yang telah dinyatakan lulus di jenjang Sekolah Menengah Pertama berjumlah 67 orang, laki-laki dan perempuan untuk Sekolah Menengah Ke-Atas berjumlah 70 orang tentunya daripada kaum adam dan hawa. Calon santri baru itu datang dari berbagai daerah. Kudapati wajah-wajah mereka masih polos lagi kuyu.

Di kesempatan ini penulis ditemani segelas kopi, duduk santai dan tengah menulis di London Coffe, penulis berada di kedai kopi untuk menulis tentang suasana Dayah hari ini, iaitu hari akhir pendaftaran ulang. Dari awal pagi penulis sudah berada di tempat yang nantinya akan melahirkan tokoh-tokoh hebat bahagi dunia, Aceh khususnya. Guna menikmati suasana hari akhir Daftar Ulang Santri Baru.

Kendaraan-kendarana roda dua dan empat tak lagi berdesak-desakan di area parkir dayah tidak seperti hari-hari kemarin yang penuh sesak. Hanya sekalian wali murid yang anaknya dinyatakan lulus, hari ini, hanya beberapa dari mereka yang baru berkesempatan untuk mendaftar ulang anak-anaknya.

Penulis dengan seksama menikmati suasana sampai dengan siang hari, berhingga selesailah tulisan ini, tulisan yang menggambarkan akan keadaan di hari akhir daftar ulang untuk tahap pertama. Dan jangan gundah bahagi wali murid, juga peserta didik yang belum sempat datang membawa, mendaftarkan anak-anaknya ke Inshafuddin kerana tahap kedua masih ada.

Tahap kedua akan dimulai pada awal Maret nanti sampai dengan akhir bulan tersebut, tepatnya penerimaan santri baru tahun ajaran 2020/2021 tahap ke-II akan dimulai pada tanggal, 2 sampai dengan 21 Maret 2020, maka persiapkanlah segala sesuatu yang berkenaan dengan semua persyaratan yang sudah ditentukan dalam hal mendaftar anak-anak Bapak, Ibu ke Dayah Terpadu Inshafuddin.

Tahap pertama ini 150 orang kurang lebih santri baru laki-laki dan perempuan baik jenjang SMP mahupun SMA sudah dinyatakan lulus dan telah mendaftar ulang. Kuucapkan selamat kepada kalian semua duhai generasi penerus bangsa, generasi Aceh khususnya.

“Dayah memang sebaik tempat bahagi kita,” mungkin kata kata ini wajar sekali penulis sampaikan untuk kalian dan untuk semua. Tentunya dengan alasan; Dayah merupakan tempat berasrama, waktu kita tak banyak terbuang di jalanan tak kala ingin menuntut ilmu.

Di dayah kalian akan dapatkan apa sahaja yang tidak akan pernah kalian dapatkan jika diluar sana, percayalah. Banyak bekal, banyak hal yang diajarai di dayah berhingga ketika kalian keluar untuk hidup bermasyarakat nantinya bekal-bekal itu sungguh akan berguna bahagi pribadi dan masyarakat.

“Kita yang hari ini sudah rela dan ridha kerana Allah Ta’ala menuntut ilmu di dayah, haruslah banyak-banyak bersyukur. Takdir sudah memihak kepada kita, itulah yang terbaik bahagi kita, sepuluh, lima belas dan dua puluh tahun ke hadapan kita baru betul-betul baru akan menyadari bahawa sangatlah besar guna, manfa’atnya yangmana dulu, kita pernah menuntut ilmu di dayah,” ingatlah pesanku.

Bacaan Al-Quranul Karim kini terdengar di Masjid Lambaro Skep, begitu juga di Mushalla Dayah lantunan ayat suci itu mulai bergema, penulis pun mengakhiri ceritanya tentang keadaan Dayah Terpadu Inshafuddin di hari akhir Daftar Ulang Santri Baru Tahun Ajaran 2020/2021.

“Dayah sudah ditakdirkan untuk menjadi tempat kita menuntut ilmu.”

Syukri Isa Bluka Teubai, penyuka sastra, penulis puisi dan cerpen.

@Inshafuddin Media

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *