“Moving Class” Salah Satu Sistem Pendidikan di USA

Al Hakan Jazuli

Laporan/Catatan Perjalanan Salah Seorang Anak Aceh (Santri Dayah Terpadu Inshafuddin) Dari Indianapolis, Indiana, USA.

Oleh; Al Hakan Jazuli

Sudah satu bulan lebih saya berada di Amerika Serikat, tepatnya di Negara bagian Indiana yang ber-ibukotakan Indianapolis. Saya disini sebagai Siswa Pertukaran Pelajar Program “Kennedy Lugar Youth Exchange and Study” atau yang disingkat dengan (KL-YES) Tahun Ajaran 2019/2020 yang diurusi oleh Yayasan Bina Antar – Budaya Indonesia. Yang mana telah memiliki chapter hampir di seluruh Indonesia termasuk salah satunya adalah Bina Antar – Budaya chapter Banda Aceh.

Program ini bertujuan untuk menjembatani pemahaman dan saling pengertian antara negara-negara dari mayoritas penduduk muslim yang signifikan dengan masyarakat Amerika.

Selama di Amerika saya akan bersekolah di “Franklin Central High School” yang merupakan salah satu sekolah berbintang di Amerika, dengan Murid lebih dari 2500 murid. Lalu setiap murid diwajibkan untuk memilih hanya 7 pelajaran tertentu, dan juga diberi kebebasan untuk memilih tingkat kesulitan yang dianggap sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa.

Yangmana 7 pelajaran tersebut akan dipelajari selama 5 hari dalam seminggu yaitu dari hari Senin sampai hari Jumat, hari Sabtu dan Minggu merupakan hari libur bagi para pekerja dan siswa di Amerika.

Pendidikan di Amerika juga menerapkan sistem “Moving Class”. Termasuk sekolah saya, juga menerapkan sistem tersebut. Moving Class sendiri adalah salah satu sistem pembelajaran yangmana setiap guru mata pelajaran sudah siap mengajar di ruang kelas yang telah ditentukan sesuai dengan mata pelajaran yang telah menjadi bidang atau bahasa lainnya “keahliannya”, sehingga saat pergantian pelajaran bukan guru yang datang ke kelas siswa, namun siswa yang datang ke kelas guru.

Sistem moving class ini; seorang siswa dituntut untuk kreatif dalam belajar karena pada sistem “Moving Class”, guru sudah tidak saatnya lagi memerintahkan siswa untuk belajar. Namun siswa harus belajar dengan kesadaran diri sehingga siswa mampu menguasai konsep dengan sepenuhnya. Oleh karena itu siswa yang lebih berperan aktif dalam menerima pelajaran dari guru.

Lalu terdapat penamaan kelas berdasarkan bidang studinya masing- masing. Oleh karena itu setiap guru dituntun untuk mengusai satu bidangnya secara penuh dan optimal, sehingga akan melahirkan wisudawan dan wisudawati yang ahli di bidangnya masing-masing.

Dengan sistem moving class yang dipadu dengan kelas terbuka atau open class, siswa akan lebih bergairah karena suasana belajar sesuai dengan bahan ajar dan kemampuan minat siswa.

Satu kali tatap muka untuk satu mata pelajaran durasinya sekitar 50 menit dengan catatan sekitar 7 sampai 10 menit digunakan untuk berpindah kelas atau moving time. Lalu hanya ada satu kali Istirahat, yakni untuk makan siang.

Di Franklin Central High School sendiri, untuk jam sekolah dimulai dari pukul 8 pagi dan pulangnya di jam 14:45 siang, dimana pada hari Kamis dan Jumat jam pulang sekolah bisa lebih awal, yaitu jam 14:00. Dan bagi siswa yang ingin konsul atau mendapatkan pelajaran tambahan dari guru bidang studi bisa stay atau menetap di sekolah.

Semoga dengan Tulisan ini, bisa bermanfaat bagi orang banyak, dan terkhususnya bagi diri saya sendiri untuk lebih bersemangat dalam mempelajari sesuatu yang berguna untuk masa yang akan datang dan harapan saya juga kedepannya kita bisa terus berbenah dan mengambil sisi positif lalu meninggalkan sisi negatifnya, demi pendidikan dan generasi bangsa, terkhususnya Provinsi dan Nanggroe saya tercinta, Aceh Darussalam.

Al Hakan Jazuli; Merupakan Putra Sabang, Siswa SMA Dayah Terpadu Inshafuddin, Banda Aceh, sedang mengikuti program beasiswa “KL-YES” Bina Antar-Budaya.

@Inshafuddin Media

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *