Dalam Harap Kumerindu (Puisi)

Syukri Isa Bluka Teubai
Foto By; @Nadi Photografi

Karya; Syukri Isa Bluka Teubai

Di atas tanah ini kita lahir tempat di mana bersemayamnya jasad para aulia, ulama, syuhada dan semua jasad indatu, masa gemilang terkenang sebelum kini sudah ditelan oleh waktu, pandai agama tak pernah takut mati kepada perang menjadikan hatinya rindu, orang orang bermarwah, hormat menghormati disegani musuh adalah mereka mereka di kala itu.

Tanah ini, tanah sebuah negeri, dahulu, tak kala cinta belum bermuka dua, benar dan kita semua tahu bahkan menyadari ini bagaimana akan keperkasaan mereka, hei, ini benar, jangan dengarkan dongeng mereka, jangan membaca buku yang ditulis oleh melata, itu kisah yang direka reka mereka ingin sekali menghapus kebenaran yang ada.

Ini tanah negeri kita ketahuilah duhai sekalian generasi muda, bukan tidak boleh hura hura namun tujuan adalah yang utama, jangan lenakan dirimu dengan isu isu yang diciptakan oleh mereka, kerana kita masih punya tanggungjawab dalam hidup bernegara.

Aceh dan rinduku kepada masa masa itu, salahkah kita tak kala membela agama, adat, budaya, kolotkah kita jika berpegang teguh kepada-Nya? Salahkah kita jika ingin mengambil kembali hak sendiri? Salahkan kita jika bersatu dan sama sama melawan penjajah negeri ini, kita masih dikhianati!

Hei, perang itu sangatlah kejam orang orang mati seperti binatang kautahu, kan, sayang? Kemarin kita melihatnya dan baru sahaja merasakan akanpada kebengisan bagaimana dipertontonkan, adakala mereka yang kita cintai pergi dan tak pernah kembali sampai hari ini, apa yang kita rasakan bagaimana akan perasaan ini, sayang?

Bergunakah air air yang mengaliri pipi ini tak kala ayah kita tak pernah kembali, kelurga kita juga tak pernah kembali, tanah sendiri tak boleh kita pijaki, apa itu? Maka jangan lagi terlena bangkit dan belajarlah dari semua yang telah terjadi, dari dulu kita berperang, tetapi selalu dibohongi dalam negosiasi, benahi ini!

Dalam harap kumerindu kepada gurangsang aceh tersayang, dalam harap kumerindu kepada cahaya bulan dan bintang, jangan lalai duhai generasi muda perjalanan ini masih panjang, di hadapan masihlah banyak halang rintang.

Pelajari ilmu politik supaya mereka tidak mudah untuk mencekik, pelajari ilmu bahasa supaya mereka tidak mudah mengelabui kita, pelajari ilmu propaganda supaya imbang dalam hal pura pura, pelajari segala selagi umur masih di badan dan ingatlah Allah, Ialah Sang Pencipta.

Banda Aceh, 05 November 2017.

Syukri Isa Bluka Teubai, Penyuka sastra.

Post Author: @Inshafuddin Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *